Karakteristik fauna di wilayah Indonesia Timur berbeda dengan karakteristik fauna di Indonesia bagian tengah. Perbedaan wilayah ini dibatasi oleh garis khayal yang dikenal dengan sebutan garis Webber. Beberapa ciri fauna Australis, antara lain, memiliki jenis mamalia berukuran kecil, hanya memiliki satu jenis kera, terdapat jenis hewan berkantung, banyak terdapat jenis burung berbulu indah, akan tetapi sedikit jenis ikan air tawar. Beberapa jenis fauna endemik di wilayah Indonesia bagian Timur, antara lain, burung cendrawasih, dan burung kasuari. Pembagian wilayah flora dan fauna oleh garis Wallacea dan Webber tersebut didasarkan pada kesamaan sifat makhluk hidup dan sejarah geologi yang memengaruhi persebarannya.
Tampilkan postingan dengan label geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label geografi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 Agustus 2012
Fauna yang terdapat di Indonesia Bagian Timur
Karakteristik fauna di wilayah Indonesia Timur berbeda dengan karakteristik fauna di Indonesia bagian tengah. Perbedaan wilayah ini dibatasi oleh garis khayal yang dikenal dengan sebutan garis Webber. Beberapa ciri fauna Australis, antara lain, memiliki jenis mamalia berukuran kecil, hanya memiliki satu jenis kera, terdapat jenis hewan berkantung, banyak terdapat jenis burung berbulu indah, akan tetapi sedikit jenis ikan air tawar. Beberapa jenis fauna endemik di wilayah Indonesia bagian Timur, antara lain, burung cendrawasih, dan burung kasuari. Pembagian wilayah flora dan fauna oleh garis Wallacea dan Webber tersebut didasarkan pada kesamaan sifat makhluk hidup dan sejarah geologi yang memengaruhi persebarannya.
Senin, 30 Juli 2012
Faktor yang menentukan persebaran flora dan fauna di Indonesia
Unsur iklim yang berpengaruh terhadapkeanekaragaman flora, antara lain, curahhujan, suhu, kelembapan udara dan angin. Keempat unsur tersebut akan membentuk suatukondisi lingkungan tertentu yang memengaruhisifat-sifat fisik dan kimia tanah.Daerah dengan curah hujan dan kelembapanudara yang tinggi cenderung memilikivegetasi yang beraneka ragam, misalnya hutanhujan tropis di pedalaman Kalimantan.Kondisi fisik hutan hujan tropis, antara lain,pohonnya besar-besar, ketinggian pohonberagam, suasana selalu basah atau lembap,daun-daun lebat sehingga sinar matahari terhalang dan tidak dapatmenyinari lantai hutan secara langsung, dan banyak ditemuivegetasi yang merambat.
b . Kondisi Tanah
Kondisi tanah berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah.Kondisi tanah dipengaruhi oleh iklim dan batuan induk atau bahanpenyusun lapisan tanah. Iklim dapat mempercepat proses pelapukandan pembentukan tanah, sedangkan batuan induk menentukan sifatdasar tanah. Misalnya, batuan kapur akan menghasilkan tanahlaterit yang kurang subur, sedangkan endapan vulkanik akan menghasilkanjenis tanah andosol yang subur.
c . Relief Daratan
Relief daratan berhubungan dengan ketinggian tempat dankemiringan lereng. Seperti telah kita ketahui, ketinggian tempaterat kaitannya dengan suhu dan iklim setempat, sehingga padaakhirnya akan berpengaruh terhadap jenis vegetasinya.
d . Formasi Geologi
Formasi geologi berpengaruh terhadap persebaran jenis batuandasar dan jenis vegetasi. Telah kita ketahui, bahwa sejarah geologiKepulauan Indonesia terdiri atas dua paparan benua, yaitu paparanBenua Asia untuk wilayah Indonesia bagian Barat (Pulau Sumatra,Kalimantan, Jawa, dan Bali) serta paparan Benua Australia untukwilayah Indonesia bagian Timur (Kepulauan Maluku, Papua, dan Aru).Di antara kedua paparan benua tersebut terdapat zona peralihan(Kepulauan Nusa Tenggara dan Sulawesi) yang mempunyai corakatau ciri khas tersendiri.
Kamis, 26 Juli 2012
Flora yang Terdapat di Indonesia Bagian Barat
1) Memiliki berbagai jenis tumbuhan kayu yang berharga,
misalnya jati, meranti, kruing, mahoni, dan sejenisnya.
2) Selalu hijau sepanjang tahun.
3) Bersifat heterogen.
Selain itu, di wilayah Indonesia bagian Barat jugaterdapat tumbuhan endemik (hanya ada di daerahtersebut), yaitu Raflesia arnoldi di Sumatra.Wilayah Indonesia bagian Barat juga banyakdijumpai kawasan hutan mangrove (hutan bakau), antaralain di pantai Timur Sumatra, pantai Barat dan SelatanKalimantan, serta pantai Barat dan Utara Jawa.
Minggu, 22 Juli 2012
Tanah podzolik merah-kuning dan Tanah rendzina
Tanah rendzina tersebar tidak begitu luas di beberapa pulauIndonesia. Berdasarkan luasannya, daerah-daerah di Indonesiayang memiliki jenis tanah ini adalah Maluku, Papua, Aceh,Sulawesi Selatan, Lampung, dan Pegunungan Kapur di Jawa.Rendzina merupakan tanah padang rumput yang tipis berwarnagelap, terbentuk dari kapur lunak, batu-batuan mergel, dangips. Pada umumnya memiliki kandungan Ca dan Mg yangtinggi dengan pH antara 7,5 - 8,5 dan peka terhadap erosi.Jenis tanah ini kurang bagus untuk lahan pertanian, sehinggadibudidaya-kan untuk tanaman-tanaman keras semusim danpalawija.
Kamis, 19 Juli 2012
Relief Daratan Indonesia
Secara garis besar, relief daratan Indonesia dapat dibedakanatas daerah pantai, dataran rendah, dan dataran tinggi atau daerahpegunungan. Indonesia banyak memiliki gunung dan pegunungan,hal ini dikarenakan Indonesia dilintasi oleh dua jalur pegununganmuda, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Sirkum Pasifikmerupakan rangkaian pegunungan di sekeliling Samudra Pasifik.Berawal dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan, RockyMountain di Amerika Utara, Alaska, Kepulauan Aleut, KepulauanKuril, Kepulauan Jepang, Taiwan, Filipina, Pulau Irian, hinggaSelandia Baru. Adapun Sirkum Mediterania dimulai dari AfrikaUtara dan Eropa Selatan, lewat Asia Barat, Pegunungan Himalaya,Thailand Utara, Myanmar, Kepulauan Andaman, dan Indonesia.Di Indonesia, jalur tersebut terpecah menjadi dua, yang dikenaldengan sebutan jalur busur dalam dan jalur busur luar. Jalur busurluar berada di perairan sebelah Barat Sumatra, sebelah Selatan Jawa,Bali, Nusa Tenggara, dan berakhir di Kepulauan Tanimbar. Adapunjalur busur dalam berada di Pulau Sumatra, membentuk rangkaianBukit Barisan di bagian Barat Sumatra, rangkaian pegununganSelatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Kepulauan Banda.Indonesia tercatat memiliki 128 gunung api, 90 di antaranyamasih aktif dan selalu menunjukkan aktivitas vulkanismenya. Selainitu, terdapat tidak kurang dari 400 gunung api yang telah mati.Sebuah gunung dianggap telah mati jika sejak tahun 1600 tidak lagimenunjukkan adanya gejala vulkanisme.
Banyaknya gunung api ini memengaruhi jenis dan kesuburantanah, karena proses vulkanisme dapat menghasilkan tanah barudan debu hasil letusannya mampu menyuburkan tanah.Hal inilah yang menyebabkan sebagian besar wilayahIndonesia merupakan lahan yang subur. Selain itu,banyaknya gunung api juga berpengaruh terhadapkondisi cuaca, khususnya curah hujan sebagai akibatdari proses orografis, serta ketersediaan air tawarkarena banyak terdapat mata air di lereng-lerengnyayang menimbulkan aliran sungai.
Jumat, 13 Juli 2012
Fauna yang Terdapat di Indonesia Bagian Barat
Fauna Indonesia bagian Barat adalahfauna-fauna yang terdapat di Pulau Sumatra,Kalimantan, Jawa, dan pulaupulaukecil di sekitarnya.Dahulu pulau-pulau tersebutmerupakan satu daratandengan Semenanjung Malaka(Benua Asia), sehingga floradan faunanya dapat berkembangdan berpencar secarabebas. Ketika Sumatra,Kalimantan, dan Jawa terpisahdari Benua Asia, maka masing-masingdaerah tersebutmembawa perwakilan jenisflora dan fauna yang sama.Oleh karena itu, jenis fauna diwilayah Indonesia bagianBarat disebut juga dengan jenisfauna Asiatis.Beberapa ciri fauna Asiatis,antara lain, banyak dijumpaimamalia ukuran besar, banyakdijumpai berbagai jenis keradan jenis ikan air tawar, akantetapi sedikit jenis burung berwarna. Beberapa jenis fauna endemikdi wilayah Indonesia bagian Barat, antara lain, badak bercula satu,burung merak, jalak bali, dan orang utan.


Senin, 09 Juli 2012
Pengaruh Letak Indonesia terhadap Perubahan Musim
1) Matahari bersinar terus menerus sepanjang tahun.
2) Penguapan tinggi, sehingga kelembapan juga tinggi.
3) Memiliki curah hujan yang relatif tinggi.
4) Memiliki wilayah hutan hujan tropis yang cukup lebat.
5) Memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau
sebagai akibat pergerakan angin monsun.Musim di Indonesia dipengaruhi oleh adanya gerak semumatahari. Gerak semu matahari terjadi karena pengaruh rotasi bumidalam berevolusi (mengelilingi matahari).
Pada tanggal 23 Maret, posisi matahari tepatdi atas khatulistiwa (0°), kemudian matahariseolah-olah bergeser ke arah Utara, hingga padatanggal 21 Juni, matahari seolah-olah beradaagak condong di Utara, yaitu di titik balik Utara.Pergerakan matahari seolah-olah terus terjadi,seiring dengan berjalannya waktu, mataharikembali bergeser ke Selatan, hingga pada tanggal23 September, matahari kembali tepat di ataskhatulistiwa, kemudian matahari seolah-olahbergeser ke arah Selatan, hingga pada tanggal22 Desember, matahari seolah-olah berada agakcondong di Selatan, yaitu di titik balik Selatan.Pergerakan matahari seolah-olah terus terjadi,seiring dengan berjalannya waktu, mataharikembali bergeser ke Utara, hingga pada tanggal23 Maret, matahari kembali tepat di ataskhatulistiwa. Kondisi ini berjalan terus menerussepanjang waktu.
Langganan:
Postingan (Atom)